Senin, 09 Januari 2012

Full Time Mother

Wah, udah lama nih ga nulis.... update juga ga pernah. Kemaren ga sempet, Kinay udah gede, udah ngacak, ngikutin mulu, ga bisa ditinggal. Mana kemaren kerja ga ada pembantu...halah...pulang kerja, kerja lagi....cape...hiks...Tapi sekarang dah ga kerja, d-i-r-u-m-a-h-k-a-n dari awal Januari kemaren. Katanya sih nanti dipanggil kerja lagi, (amin!) Hehe....bukannya kenapa-kenapa, soalnya ternyata dirumah itu jauh lebih cape!!! Salut deh buat Semua Full Time Mother....

Tapi senengnya...jadi bisa ikutin perkembangan Kinay. Tapi kata mam, Kinay jadi lebih ogoan ada mama-nya dirumah. Klo kata aq sih... emang begitu dia mah kalo ma aq. Mau pipis aja susah... kadang dia teriak2, ato klo ga diajak deh ke kamar mandi. Klo mau masak nih pengennya ikutan mulu, ih...ngeri deh. Kan kompornya pendek, kejangkau gitu ma dia. Kompor nyala suka dideketin belaga masak. Digendong sambil masak? Kinay-nya ga mau!!! haduh, haduh...bingung... Kadang suka ga sadar ngebentak karena kesel...Abis lagi kagok banget masak bentar lagi Kinay ga mau diem. Tapi jadi suka sedih sendiri... Ya Alloh...tadi ngebentak Kinay...padahal dah janji ga bakal kasar. Fiuuuhhhh.....emang harus extra sabarrrr banget.

Mungkin karena masih baru kali ya...mudah-mudahan nanti bisa ngakalinnya. Sekarang sih lagi ada kegiatan, lagi belajar ngaji. Malu abisnya klo ngajinya ga bener, nanti ngajarin anak ga bener juga lagi. Lumayan ngisi waktu, senen-kamis, 4x seminggu dari jam 8.30-10.00 WIB. Jadi Kinay biasa dititip ke mam lagi, tapi cuma 2 jam kok, ga lama. Untung sekarang dah bisa bawa motor sendiri. Oia, suamiku (aq panggilnya ay aj y) seneng banget aq dirumah. Katanya biar Kinay ada yg jagain, dulu kerasa katanya punya ibu yang kerja ga enak. Tapi aq kan pengen kerja... :(  Biar punya uang sendiri gitu deh... Tapi aq yakin uang bisa didapet ga cuma harus kerja formal. Yah...sambil jalan deh dipikirin. Sekarang lagi dalam masa transisi... :)

Kamis, 08 September 2011

Negeri 5 Menara

Bulan puasa kemaren baca buku 'negeri 5 menara' n 'ranah 3 warna'. Ternyata isinya garing banget, ga kaya promosinya yang gencar banget sampe ada di kick andy! Mungkin karena cuma jadi followernya Laskar pelangi Andrea Hirata ya. Jadi nullisnya ga dari hati, amat sangat ga menyentuh, beda jauh ma laskar pelangi, sang pemimpi & edensor (tapi sayang maryamah karpov-nya ga bagus), bikin aku nangis pas bacanya, nyentuh banget, ga lebay, n penuturannya enak bgt dibaca. klo A.Fuadi kaku, mo becanda juga nanggung, semuanya nanggung. Ga bagus!!! Rugi dah baca....

Jam 4 Belum SUBUH!!!

Hhh... sampe jam segini belum tidur...gara2 mendem keselll. Semua kerjaan dah beres...nyuci baju, cuci piring, nyapu, ngepel, nyetrika... mo tidur ga bisa...trus nonton...nyoba tidur lagi, ga bisa lagi...trus tahajud, eh, malah makin melek. Jadi ngenet aj deh...cuma gara2 keselll...tapi orangnya WTB bgt, nyebeliiiiinnnn........!!!!!!!!!

Ramadhan kemaren bener2 jadi orang yg merugi. Puasa cuma 1/2 bulan, ngaji ga khatam, sedekah ga ada...hiks...mundur bgt!!! Padahal kemaren selama puasa kerjaan cuma dikit, setengah hari dah beres. Sisanya ngaji deh...tidur kadang2 doang. Tapi gara2 dapet haidnya lama banget jadi ga kekejar targetnya.

Lebarannya juga lucu, masa ga jadi lebaran tanggal yg di kalender!!! Pemerintah yg aneh, pake ngebohong lagi...aku sih ikut muhammadiyah, lebaran hari selasa. Soalnya di Arab juga hari selasa, malaysia n Brunei jg selasa... Jadi kasian ibu2 dah pada bikin ketupat eh lebarannya ga jadi. Malem selasanya jadi lucu, teraweh ga, takbiran juga ga. Pemerintah emang keterlaluan!!!

Sabtu, 11 Juni 2011

Gangguan Makan :“Picky Eater” Dapat Menurun Dari Orang Tua

Studi menunjukkan kecenderungan seorang anak pemilih dalam makanan mungkin diturunkan, jadi jika Anda atau orang tua lainnya merupakan pemilih dalam makanan mungkin anak Anda juga. Dari pola makan 5.390 pasang anak kembar usia 8- 11 tahun, peneliti menemukan 78% kasus noephobia ( ketakutan terhadap makanan baru) adalah genetik dan 22% berhubungan dengan faktor lingkungan.
 
Makan atau tidak makan seringkali cara anak untuk mengekspresikan kemandirian mereka dengan menentukan selera dan pendapat mereka. Hanya memakan satu jenis makanan dan menolak yang lainnya (food jags) adalah masalah yang seringkali muncul pada masa awal anak-anak.
 
Apa artinya bagi Anda
Untuk membantu anak-anak lebih terbuka mengenai makanan yang mereka pilih maka Anda dapat melakukan :
•    Tetapkan dan patuhi terhadap waktu makan dan cemilan yang sudah Anda tetapkan sebelumnya. Anak kecil umumnya membutuhkan 3x makan dan 2x cemilan sehari.
•    Beli dan sajikan makanan yang bergizi. Simpan dalam lemari makanan yang memang Anda inginkan anak Anda untuk memakannya.
•    Atur junk food, tetapi jangan larang semuanya. Jika Anda melarang sepenuhnya beberapa makanan tertentu maka anak akan cenderung untuk lebih menginginkannya. Tidak masalah untuk sesekali memberikan dalam acara khusus.
•    Jangan masak makanan khusus hanya untuk picky eater. Sajikan makanan yang sama untuk seluruh keluarga, tetapi masukkan pilihan baru selain makanan yang Anda tahu anak Anda sukai.
•    Biarkan anak merasa kalau mereka memiliki pilihan. Hal ini bukan berarti membiarkan anak yang menentukan cemilan dan makanan mereka. Ini berarti meyajikan pilihan makanan sehat kepada anak kemudian persilahkan anak memilih apakah akan makan, apa yang akan mereka makan dan berapa banyak mereka makan.
•    Jangan harapkan anak untuk selalu menghbiskan makanan di piring. Persilahkan anak untuk mengenali sinyal dari tubuhya yang menyatakan saat mereka lapar atau kenyang.
•    Dorong anak untuk mencoba setidaknya satu gigitan dari beberapa makanan sehat di setiap makan, tetapi jangan tawar-menawar atau mengiming-imingi hadiah pada anak.
•    Terus-menerus. Membutuhkan waktu untuk anak dapat menerima rasa dan bentuk baru, Anda dapat menyajikan makanan sampai 15 kali sebelum anak mulai mencobanya.
•    Turut sertakan anak Anda. Cari resep dengan bahan-bahan yang anak Anda sukai kemudian ajak anak Anda dalam berbelanja, mengolah dan menyajikan makanan.
•    Tidak untuk soda dan jus yang terlalu banyak (tidak lebih dari 120-180 ml jus/hari untuk batita). Air putih dan susu adalah minuman yang anak betul-betul butuhkan. Tetapi hindari menyajikan minuman menjelang waktu makan karena dapat mengurangi nafsu makan anak.
•    Sajikan dalam porsi kecil yang sesuai dengan anak.
•    Ciptakan suasana teman sepermainan yang positif. Cari kesempatan untuk anak makan makanan sehat bersama teman-temannya (di sekolah, rumah, kelompok bermain).
•    Jadi contoh yang baik. Duduk bersama untuk makan dan pastikan anak Anda melihat Anda menikmati makanan yang sama yang Anda harapkan anak untuk makan.
 
Jika anak Anda memilih untuk tidak makan sama sekali maka jangan terlalu khawatir. Sajikan kembali pilihan makanan-makanan sehat pada jadwal makan dan cemilan berikutnya. Meskipun banyak picky eater pada batita, dengan waktu dan kesabaran maka fase ini dapat terlewati. Jika Anda memiliki kekhawatiran Anda bisa mendiskusikan dengan dokter Anda.

Sumber : picky eating may be inherited from parents. (Steven Dowshen, MD)
http://kidshealth.org/PageManager.jsp?dn=KidsHealth&lic=1&ps=107&cat_id=5&article_set=59840

Gangguan Makan : Panduan Gizi Untuk Batita

Gizi melalui variasi
Bayi berkembang secepat kilat – sekitar 8 cm setiap tiga bulan. Sedangkan batita adalah kebalikannya, berkembang dengan kecepatan yang amat lebih lambat – hanya 8-13 cm dalam setahun.
Walaupun demikian, asupan gizi tetap merupakan prioritas utama. Adalah saatnya bagi orang tua untuk melangkah maju, meninggalkan dot dan bergerak ke era baru dimana anak-anak akan makan dan minum secara lebih mandiri.
Masa batita adalah waktu transisi, terutama di usia antara 12-24 bulan, ketika mereka belajar untuk makan makanan orang dewasa dan menerima rasa dan tekstur baru. ASI dan susu formula memberikan gizi yang cukup untuk anak-anak Anda semasa mereka bayi, tetapi sekarang saatnya bagi batita untuk mulai mendapatkan apa yang mereka butuhkan melalui variasi makanan.
Berapa Banyak Makanan Yang Mereka Butuhkan?
Tergantung umur, ukuran, dan tingkat aktivitas mereka, batita membutuhkan sekitar 1.000-1.400 kalori per hari. Anda bisa merujuk pada tabel di bawah ini untuk mengetahui berapa banyak seharusnya anak Anda makan dan jenis makanan apa yang dapat memenuhi kebutuhannya.
Gunakan tabel sebagai panduan, tetapi percayalah akan keputusan Anda dan isyarat dari batita yang mengatakan jika ia cukup puas dan mendapatkan gizi yang cukup. Semua tentang gizi adalah rata-rata, jadi jangan panik jika Anda tidak mencapai semua target setiap hari – hanya berjuanglah untuk memenuhi variasi gizi yang beraneka ragam dalam diet anak Anda.
Jumlah makanan yang tersedia adalah berdasarkan Panduan Piramida Makanan (Food Pyramid) untuk rata-rata usia 2 dan 3 tahun. Untuk anak-anak usia antara 12-24 bulan, rekomendasi jumlah makanan untuk anak 2 tahun dapat dijadikan panduan, tetapi pada saat ini diet batita Anda masih dalam masa transisi.
Bicarakan dengan dokter Anda tentang spesifikasi untuk anak Anda. Batita yang lebih muda mungkin tidak akan makan sebanyak ini – setidaknya pada saat awal. Ketika rentang jumlah makanan ini diberikan, jumlah yang lebih tinggi diterapkan pada anak-anak yang lebih tua, besar, atau lebih aktif dan membutuhkan kalori lebih banyak.
Kelompok Makanan    Jumlah per hari untuk umur 2 tahun    Jumlah per hari untuk umur 3 tahun    Bantuan per saji
Biji padi-padian    3 ounce (84 gram), setengahnya dari sumber biji padi-padian.    4-5 ounce (113-142 gram), setengahnya dari sumber biji padi-padian.    1 ounce setara dengan: selembar roti, 1 gelas sereal siap makan, atau ½ gelas nasi, pasta masak, atau sereal masak.
Sayur Mayur    1 gelas    1½ gelas    Pakailah gelas penakar untuk memeriksa jumlah sajian. Sajikan sayur yang lembut, dalam potongan kecil, dan benar-benar matang untuk menghindari tersedak.
Buah-buahan    1 gelas    1-1½ gelas    Pakailah gelas penakar untuk memeriksa jumlah sajian. Pisang sepanjang 20-23 cm setara dengan 1 gelas buah-buahan.
Susu    2 gelas    2 gelas    Satu gelas setara dengan: 1 gelas susu atau yogurt, 42 gram keju alami, 57 gram keju olahan.
Daging dan Kacang-kacangan    2 ounce (57 gram)    3-4 ounce (85-113 gram)    1 ounce setara dengan: 1 ounce (28 gram) daging, ayam atau ikan, 1 gelas kacang-kacangan masak atau 1 telur.
Tentang Susu
Susu merupakan bagian penting dari diet batita, susu menyediakan kalsium dan vitamin D dalam membantu membangun tulang yang kuat. Batita harus mempunyai 500 mg Kalsium dan 400 IU (International Unit) vitamin D setiap harinya.
Kebutuhan kalsium tersebut dengan mudah terpenuhi apabila anak Anda mendapatkan dua saji produk susu yang direkomendasikan setiap harinya, tetapi jumlah tersebut hanya dapat menyediakan setengah dari vitamin D yang diperlukan. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan vitamin D tambahan sebanyak 400 IU per hari jika seorang anak minum kurang dari 1 liter (sekitar 4 gelas) susu per hari (negara 4 musim).
Secara umum, anak-anak usian 12-24 bulan harus minum susu (whole milk) untuk membantu mencukupi kebutuhan lemak yang mereka perlukan untuk pertumbuhan normal dan perkembangan otak. Susu dengan kandungan lemak yang dikurangi (2%) bisa diberikan apabila ada kekhawatiran tentang kelebihan berat badan atau obesitas, atau ada sejarah obesitas, kolestrol tinggi, penyakit jantung dalam keluarga. Setelah umur 2 tahun, kebanyakan anak-anak dapat berpindah ke susu rendah lemak (1%) atau susu tanpa lemak. Dokter Anda akan membantu Anda memilih jenis susu apa yang baik untuk disajikan ke batita Anda.
Beberapa anak awalnya menolak susu sapi karena susu sapi tidak terasa sama dengan ASI atau formula yang mereka kenal. Kalau anak Anda sudah berumur paling tidak 12 bulan dan mengalami kesulitan seperti ini, campur susu (whole milk) dengan susu formula atau ASI. Perlahan-lahan atur campurannya berkali-kali secara bertahap sampai menjadi 100% susu sapi.
Beberapa anak tidak suka susu atau tidak dapat minum atau makan produk susu. Berikan sumber kalsium lain seperti sereal yang diperkuat kalsium, minuman kacang kedelai yang diperkuat kalsium, brokoli, dan jus jeruk yang diperkuat kalsium.
Memenuhi Kebutuhan Zat Besi
Batita harus mengkonsumsi 7 mg zat besi per hari. Setelah 12 bulan, mereka beresiko terkena kekurangan zat besi karena mereka tidak lagi minum susu formula yang diperkaya besi dan mungkin tidak makan sereal bayi yang diperkaya besi atau tidak makan cukup makanan lain yang mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhannya
Kandungan zat besi di susu sapi adalah rendah. Minum banyak susu sapi juga dapat membuat anak Anda terpapar resiko kekurangan zat besi. Batita yang minum banyak susu sapi akan menjadi kurang lapar dan sepertinya kurang untuk makan makanan yang kaya akan zat besi. Susu mengurangi penyerapan zat besi dan dapat mengiritasi lapisan usus, menyebabkan pendarahan dalam jumlah sedikit dan kehilangan zat besi dalam feses secara bertahap.
Kekurangan zat besi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan mungkin menuju ke masalah perilaku dan proses belajar. Dan dapat berlanjut ke anemia (pengurangan jumlah sel darah merah dalam tubuh). Zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah, yang mengantar oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa zat besi dan sel darah merah yang cukup, maka jaringan dan organ tubuh dapat kekurangan oksigen dan tidak berfungsi dengan baik.
Untuk mencegah kekurangan besi:
    Batasi konsumsi susu anak Anda sekitar 16-24 ounce (455-682 ml) per hari.
    Sajikan lebih banyak makanan kaya zat besi (daging,ayam, ikan, biji padi-padian yang diperkaya, kacang-kacangan, tahu).
    Ketika menyajikan makanan yang kaya akan zat besi, masukkan makanan yang mengandung vitamin C (tomat, brokoli, jeruk,dan strawberi), yang meningkatkan penyerapan zat besi ke dalam tubuh.
    Lanjutkan menyajikan sereal yang diperkaya besi sampai anak Anda berusia 18-24 bulan.
Bicaralah dengan dokter Anda apabila Anda khawatir jika anak Anda tidak mengkonsumsi diet yang seimbang. Banyak batita yang diperiksa untuk mengetahui apakah terkena anemia kekurangan zat besi, tetapi jangan pernah memberikan anak Anda vitamin atau suplemen mineral tanpa mendiskusikannya pertama kali dengan dokter Anda.(LM)

Sumber:
Nutrition Guide for Toddlers, http://kidshealth.org/parent/food/general/toddler_food.html

Gangguan Makan : Sepuluh Tips Untuk Anak Pemilih-Picky Eater

Apakah batita Anda menolak makanan selain roti dengan selai kacang selama dua hari ini? Atau batita Anda hanya ingin bermain terus?
Masalah pemberian makanan merupakan hal yang serig  dihadapi keluarga, dan itu berarti Anda tidak sendiri. Anda bisa mempertimbangkan tips berikut ini untuk menghindari pertempuran di waktu makan dengan batita Anda:
1.    Hargai nafsu makan anak Anda. Anak kecil cenderung untuk makan saat mereka merasa lapar. Jika anak Anda tidak lapar maka jangan paksa untuk makan atau mengkonsumsi cemilan. Jangan lakukan paksaan atau bujukan untuk menghabiskan seluruh makanan di piringnya.
2.    Konsisten dengan jadwal. Sediakan makan dan cemilan pada waktu yang sama setiap harinya. Jus, susu, cemilan minimal satu jam sebelum makan. Jika anak Anda dalam keadaan lapar saat jam makan maka anak akan lebih termotivasi untuk makan.
3.    Sabar dengan makanan baru. Anak kecil seringkali memegang, mencium dan menggigit sedikit makanan baru kemudian menaruhnya kembali. Anak Anda mungkin juga memerlukan beberapa kali paparan dengan makanan baru sebelum anak merasakan gigitan pertamanya. Dorong anak Anda dengan membicarakan mengenai warna, bentuk, aroma dan tekstur makanan, bukan rasanya.
4.    Buat menjadi menyenangkan. Sajikan brokoli dan sayuran lain dengan saus favorit. Potong makanan menjadi berbagai bentuk dengan cetakan kue.
5.    Ajak anak untuk partisipasi. Saat berbelanja minta anak untuk membantu Anda memilih sayur, buah dan makanan sehat lainnya. Jangan beli apapun yang Anda tidak ingin anak Anda untuk memakannya. Saat di rumah, dorong anak untuk membantu Anda mencuci sayuran, mengaduk adonan, atau menyiapkan meja.
6.    Jadi contoh yang baik. Jika Anda makan berbagai macam makanan sehat maka anak Anda akan mengikutinya.
7.    Cerdik. Tambahkan potongan brokoli ke saus spageti, potongan buah pada sereal, campur potongan zuchini dan wortel ke dalam sup.
8.    Kurangi sumber-sumber yang dapat mengalihkan perhatian anak. Matikan televisi selama makan, dan jangan letakkan buku atau mainan di meja.
9.    Jangan tawarkan hidangan pencuci mulut sebagai hadiah. Menunda pencuci mulut akan mengirimkan pesan bahwa hidangan pencuci mulut adalah makanan yang terbaik. Anda dapat memilih satu atau dua malam dalam seminggu untuk khusus hidangan pencuci mulut dan kosongkan di hari lainnya atau sajikan pencuci mulut dalam buah, yogurt atau makanan sehat lainnya.
10.    Jangan turuti keinginan anak. Menyiapkan makanan terpisah untuk anak Anda setelah anak menolak makanan utama akan mendorong anak semakin pemilih dalam makan. Tetap sajikan anak Anda pilihan makanan sehat sampai anak terbiasa dan memiliki pola makan.
Ingat bahwa perilaku makan anak tidak akan berubah dalam satu malam, tetapi langkah sekecil apapun yang Anda ambil setiap hari akan membantu anak memiliki pola makan sehat sepanjang hidupnya.

Sumber : Children’s Nutrition: 10 tips for picky eater
http://www.mayoclinic.com/health/childrens-health/HQ01107/METHOD=print

Gangguan makan : Menghindari Perebutan Kekuatan Dengan Batita di Meja

Batita belajar untuk mengenali dunianya, berkomunikasi dan mengontrol hidupnya. Mereka tidak memiliki kontrol akan semuanya, tetapi makan adalah bidang pertama yang akan batita kuasai. Orang tua dapat membantu batita menikmati kontrol yang mereka miliki dengan memberikan kebebasan yang tepat dan sesuai saat memilih makanan dan mengkonsumsinya.
Hal ini bukan berarti batita yang menentukan makanan saat makan malam. Orang tua tetap bertugas menyediakan makanan sehat bagi batita dan membiarkan batita untuk memutuskan makanan mana yang akan mereka makan. Orang tua yang mengerti dapat mengarahkan batita pada pola makan sehat dengan cara yang cerdik.
Sebagian besar batita adalah pemilih (picky eater)
Banyak batita menunjukkan kemandiriannya dengan memilih untuk makan atau tidak makan. Jadi hampir semua batita dapat dideskripsikan sebagai picky eater. Jika batita tidak suka suatu makanan maka mereka tidak akan memakannya.
Apakah batita Anda hanya mau makan makaroni dan keju? Saat anak terpaku pada satu makanan, orang tua dapat terpaksa untuk menyediakan makanan tersebut setiap hari agar batita setidaknya makan sesuatu. Tetapi saat batita sudah jenuh dengan makanan tersebut maka?
Anda yang memilih makanan yang tersaji dalam piring batita Anda dan Anda tidak harus menyediakan makaroni dan keju setiap harinya. Jika Anda memberikan makaroni dan keju setiap harinya maka Anda melepaskan kesempatan untuk memperkenalkan variasi makanan-makan baru dan jumlah makanan yang batita Anda akan makan. Sebagian besar “food jags” (makan satu jenis makanan tertentu saja) tidak akan berlangsung lama jika orang tua tidak mengakomodasi keadaan ini.
Anak tidak akan kelaparan dan mereka akan belajar untuk lebih fleksibel daripada menjadi lapar. Sediakan bermacam-macam makanan sehat termasuk makanan favorit dan beberapa makanan baru dalam pembuatan menu. Batita Anda dapat mengagetkan Anda pada satu hari dengan memakan semua makanan yang Anda sajikan.
Batita Anda tidak menyukai kacang hijau saat pertama kali dikenalkan? Jangan berhenti memberikan kepada mereka. Anak-anak secara alami lambat untuk menerima rasa dan tekstur baru, jadi tetap kenalkan kacang hijau (atau makanan baru lainnya). Sajikan porsi kecil dan dorong anak untuk sedikit mencobanya tanpa memaksa.
Dan pastikan Anda menjadi contoh yang baik. Sajikan makanan sehat yang Anda suka atau makan beberapa makanan yang baru sehingga anak Anda melihat bahwa Anda menikmati apa yang Anda minta anak untuk makan.
Jangan tawar-menawar untuk sebuah gigitan
Pernahkan saat anak Anda makan bayam, kemudian saat anak menolaknya Anda menyatakan jika anak Anda makan tiga suap lagi maka Anda akan memberinya kue?
Hal ini tidak mendorong pola makan yang sehat, akan menimbulkan kesan bahwa “hadiah” lebih berharga daripada makanan utama. Kue-kue dan permen tidak penting bagi diet anak Anda.
Untuk mendorong pola makan sehat maka teruskan untuk menawarkan anak Anda pilihan-pilihan makanan sehat dan menjaga suasana makan tetap menyenangkan. Dapat dicoba tips sebagai berikut :
•    Sajikan porsi yang sesuai. Orang tua seringkali lebih banyak dalam memperkirakan jumlah makanan yang anak sebaiknya makan. Terutama terhadap makanan bukan favorit, dua sendok makan merupakan jumlah yang cukup untuk memulai.
•    Jangan tawar-menawar. Tidak masalah untuk mendorong anak mencoba satu gigitan tetapi jangan jatuh ke dalam perangkap tawar-menawar. Siapkan dan sediakan makanan sehat dan biarkan anak untuk memilih apa yang mau mereka makan.
•    Makan bersama seluruh keluarga. Tempatkan batita pada meja keluarga, baik sekali bagi batita untuk melihat orang tua dan saudaranya makan makanan sehat bersama. Anak makan makanan bergizi, sayuran dan buah lebih banyak saat secara teratur makan bersama keluarga.
•    Ciptakan lingkungan yang menyenangkan. Batita lebih suka untuk makan sayur dan buah saat teman-teman sebayanya juga memakannya. Cari kesempatan saat batita Anda dapat makan makanan yang sehat bersama teman-temannya.
Biarkan anak makan sendiri
Anak sebaiknya memulai makan sendiri (finger food) sekitar usia 9 bulan dan mulai menggunakan peralatan makan saat 15-18 bulan. Sediakan berbagai kesempatan tetapi pastikan batita Anda tetap makan dalam jumlah yang cukup. Berikan bantuan jika diperlukan, tetap perhatikan tanda dan petunjuk jika anak Anda sudah kenyang. Anda dapat terus menawarkan jika anak Anda terlihat lapar, tetapi Anda tidak bisa menarik kembali makanan yang terlanjur diberikan (bila berlebihan). Saat Anda memegang sendok dan garpu tahan keinginan Anda untuk selalu memberikan “satu sendok lagi”. Saat batita Anda berhenti makan maka mundur dahulu dan biarkan batita Anda.
Beberapa orang tua berpikir adalah yang terbaik tidak membiarkan anak mereka makan sendiri, tetapi hal ini mengambil alih kontrol yang seharusnya menjadi milik anak seusia tersebut. Batita perlu memutuskan kapan mereka makan, apa yang akan mereka makan dan berapa banyak, hal ini juga agar mereka mengenali petunjuk dari tubuh mereka kapan mereka lapar dan kapan mereka kenyang. Batita juga penting untuk mulai belajar dan mempraktekan cara makan sendiri.
Dengarkan anak Anda
Peka dengan apa yang batita ingin sampaikan melalui tindakan mereka. Anak yang membangun bangunan dari biskuit atau menjatuhkan wortel mungkin memberikan tanda bahwa dia sudah kenyang.
Tetapi bukan juga berarti bahwa disarankan pemberian makanan semau anak sepanjang hari. Mereka yang makan sepanjang hari tidak belajar rasa lapar dan kenyang. Untuk itu sangat penting waktu makan dan cemilan yang terjadwal.
Anak dapat mengatur rasa lapar mereka saat mereka mengetahui makanan akan tersedia pada jam-jam tertentu. Jika anak memilih tidak makan apapun maka tawarkan kembali makanan pada waktu makan atau cemilan berikutnya.
Bagaimana jika anak melewati waktu makan?
Banyak batita perlu frekuensi makan yang sering, kurang lebih 6x/hari termasuk 3 makan utama dan 2 atau 3 cemilan. Anda harus menyadari bahwa jadwal makan hanya memberikan waktu saat Anda menghidangkan makanan; anak Anda dapat memilih untuk tidak makan di setiap jam makan yang ada.
Memperbolehkan anak untuk tidak makan merupakan konsep yang sulit karena kita dibesarkan untuk membersihkan makanan di piring kita dan tidak membuang-buang makanan. Tetapi anak sebaiknya diperbolehkan untuk merespon rasa lapar mereka, kemampuan untuk menjaga berat badan yang sehat.
Tetapkan waktu makan dan cemilan dan konsisten dengan jadwal tersebut. Anak yang melewati waktu makan akan tenang jika mengetahui waktu makan berikutnya. Hindaari cemilan atau memberikan segelas susu atau jus sebelum makan pada anak yang lapar, hal ini dapat menghilangkan nafsu makan dan keinginan untuk mencoba makanan baru yang akan ditawarkan.
Hindari perangkap junk-food
Batita membutuhkan makanan yang sehat untuk memperoleh nutrisi yang badan mereka butuhkan. Permen, keripik sebaiknya tidak menjadi bagian menu mereka ri-hari. karena dapat menghilangkan makanan sehat dari menu sehat. Pola makan terbangun sejak dini, karena itu jangan hilangkan kesempatan untuk membantu batita Anda membangun pola makan sehat.
Jangan merasa Anda harus memberikan  permen dan keripik meskipun anak Anda menyukainya. Anak tidak bisa lari ke toko dan membelinya, jadi jangan simpan makanan tersebut di rumah.
Jika batita Anda meminta permen maka katakan saja bahwa kita tidak memilikinya, kemudian tawarkan dua cemilan sehat. Meskipun anak sedih karena tidak mendapat permen, mereka tetap menikmati rasa kontrol dalam menentukan cemilan sehat mana yang akan mereka makan.(YSK)

Sumber : Toddlers at the table: Avoiding Power Struggles (Mary L. Gavin, MD)
http://kidshealth.org/PageManager.jsp?dn=KidsHealth&lic=1&ps=107&cat_id=20452&article_set=45910